Usaha Kelompok SPP


Dari Motor Hingga Mobil

Cerita keberhasilan kelompok SPP sudah seringkali kita dengar. Namun jarang sekali keberhasilan itu diraih dari minus. Namun memang tidak ada yang mustahil. Maryani salah satunya yang membuktikan buah kerja keras.
Mobil yang digunakan Maryani untuk
mengembangkan usahanya
Maryani awalnya hanya seorang ibu rumah tangga di desa Mendalo Laut Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi Propinsi Jambi. Ia hanya berpangku tangan dengan penghasilan suaminya.
Krisis global di tahun 1997 telah menimbulkan multi efek. Tak terkecuali perekonomian Maryani. Saat itu, perekonomian  keluarga Maryani berada pada titik kritis. Harga bahan pokok melambung tinggi, sementara suami sebagai tulang punggung keluarga terkena PHK. Maryani terus berjuang ditengah sulitnya ekonomi. Penghasilan suaminya dari pekerjaan serabutan tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Kehidupan keluarga ini begitu sulit.
Kehadiran PNPM Mandiri Perdesaan  agaknya menjadi angin segar untuk menatap kembali masa depan. Maryani sangat antusias untuk mendapatkan pinjaman modal usaha yang disebut Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP). Ia pun bergegas memburu informasi tentang pinjaman tersebut.
Berdasarkan informasi dari kepala Desa, Maryani lantas menjadikan kelompok pengajian menjadi kelompok SPP. Setelah melalui musyawarah kelompok, pada tanggal 16 Juli 2009 disepakati pengajuan pinjaman pada tahun 2009 sebesar Rp. 10.000.000 bagi 10 anggota melalui Kelompok SPP “Usaha Mandiri”, dan pada tahun 2011 mendapatkan pinjaman Rp. 5.000.000 per anggota.
Dengan pinjaman SPP, Maryani memeras otak untuk mencari peluang usaha dengan modal yang sedikit. Hingga pilihannya jatuh pada usaha jualan mainanan anak-anak.
Dengan keyakinan yang tinggi, Maryani mulai merintis usaha tersebut. Dengan tekun dirinya menekuni usaha kecil tersebut. Setiap hari, usahanya terus menunjukkan kemajuan. Bahkan, keuntungan hariannya disimpannya dengan baik untuk dijadikan tambahan modal.
Tidak terasa, hari telah berganti minggu, minggu berganti bulan, tahun pun  sudah dilalui Maryani. Usaha kecil-kecilan yang dirintisnya dengan dana pinjaman SPP, kini menjelma menjadi bisnis yang menjanjikan.
Jika sebelumnya Maryani hanya menggunakan kendaraan roda dua untuk mendukung usahanya, saat ini  ia sudah memiliki satu unit mobil pick up yang diakuinya sebagai hasil usahanya selama ini.
Maryani menyadari bahwa PNPM Mandiri Perdesaan telah menyelamatkan ekonomi keluarganya.  Ia berharap PNPM Mandiri Perdesaan akan terus berlanjut. Dan yang paling diimpikannya, akan tumbuh lebih banyak lagi perempuan yang bisa menggali peluang usaha.


0 komentar:

Poskan Komentar